Sabtu, 18 Juli 2015

Hakekat Idul Fitri

Sederhananya kita merayakan Idul Fitri adalah dengan kembali mengevaluasi diri kita sebelumnya dan memproyeksi diri kita selanjutnya dalam mengemban amanah amar ma'ruf nahi munkar.
Idul Fitri patut dirayakan oleh siapa saja sebagai momentum, event atau holiday tergantung dari persektif masing-masing orang, tentu adalah sesuatu yang boleh-boleh dan sah-sah saja selama dalam koridor kebaikan.
Namun, alangkah menyedihkannya jika hal itu dirayakan dengan keburukan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, orang lain, masyarakat, dan negara.
Kita merayakan Idul Fitri seajegnya dengan norma-norma Islam yang rahmatan lil alamin bukan dengan euforia "keliaran-keliaran" yang tak benar. Bermewah-mewahan dalam sandang, pangan dan papan, membuat kegaduhan yang mengganngu orang lain (petasan: misalnya), berkendara yang menabrak aturan lalu-lintas negara, dan sebagainya.
Sepatutnya, Idul Fitri dapat kita jadikan evaluasi sekaligus proyeksi dalam sikap prilaku yang dituntunkan dalam Islam, berbuat baik, tidak mendiamkan saja keburukan yang terjadi di sekitar kita (misal:korupsi), dan semakin mengisi kehidupan dengan tawakal kepada Allah SWT.
Semoga bangsa ini tidak lagi sperti kepada kehidupan-kehidupan yang lalu-lalu, penuh dengan kezholiman, kemunafikan, keserakahan para pemimpinya, kebodohan para rakyatnya dan sebagainya...amiin